Rabu, 16 Februari 2011

Namanya Kak Tami

Maaf ni pembaca, saya sedikit curhat dengan kejadian yang belum lama ini menimpa saya..
Kehilangan seseorang itu memang tidak mengenakkan. Walaupun seseorang itu baru kita kenal, tetapi coba kita pikirkan. Orang yang biasanya kita lihat, kita sentuh, kita ajak bicara, dan kita dengar suaranya kini telah tiada. Ini sebenarnya sudah tiga minggu ini terjadi. Hanya dalam tempo 7-8 bulan saya mengenal dia. tetapi rasanya seperti kehilangan seseorang yang sangat dekat. Dia memang berbeda dari wanita-wanita lainya di zaman sekarang. Begini, awalnya saya bertemu dengannya dalam sebuah acara. Saya, dia dan beserta teman-teman yang lain menjadi panitianya. Pertama kali sih sama sebenarnya seperti teman-teman yang baru aku kenal saat itu. Kakak itu selalu berjilbab. Orangnya ramah banget.  Sampai suatu saat dia mau pulang. gak ada yang mengantar. terus ada teman saya yang bertannya dimana kawasan rumah saya. Kebetulan kawasannya berdekatan. Saat itu lah saya membonceng dia. Dia adalah perempuan pertama yang saya boncengi dengan motor itu. Malam itu terang bulan. Di perjalanan kami mengobrol hangat tantang perkuliahan kami. Memang di lebih tua dariku satu tahun. dan o iya dia memanggil saya dengan kata "afgan". itu mungkin karna pas waktu rapat banyak di antara kami yang belum saling menghapal nama, jadi ada seorang teman yang lebih tua dari saya memanggil saya dengan sebutan "afgan". Mungkin karna saya berkacamata dan berambut tebal.. hahaha
Setelah sampai di rumahnya dia pun mengucapkan "terimakasih afgan" denga nada bicaranya yang khas.
Kata-katanya sangat bermakna dengan tutur kata yang lemah lebut membuat siapa saja pasti nyaman didekatnya termasuk saya. Lalu beberapa kali rapat kepanitiaan berlalu. Dan sebanyak itu pula saya selalu mengantarnya pulang. Sepanjang jalan kami berbincang-bincang. Dan saya selalu meminta nasehat kepadanya. Dia sudah saya anggap seperti kakak saya sendiri. Sungguh luar biasa motivasinya. Bisa membuat siapa saja berubah pemikiranya tentang perjuangan kta di dunia ini. Sayang sekali pada umur yang hampir 20 tahun di telah di panggilsang Khalik menghadapnya. Saya tau dia telah bahagia disana. Dia adalah wanita yang luar biasa. dan surga adalah tempat yang tepat untuknya.
Kak Tami...

4 komentar:

  1. saya turut berduka cita ran...meski ane gak terlalu kenal..tapi setelah ente cerita2 ke ane tntng dia...ane jadi mengerti...padahal dia bisa menjadi sang motivator juga :'-(

    BalasHapus